SULUTLIMA.COM, Internasional — Lionel Messi meninggalkan Argentina ketika masih sangat muda. Ia pergi bukan karena ingin menjauh dari tanah kelahirannya, melainkan karena sebuah kesempatan untuk menyelamatkan karier dan masa depannya.
Dari Rosario, Messi kemudian tumbuh di Barcelona. Di sana, seorang anak Argentina yang awalnya harus menjalani pengobatan akibat kekurangan hormon pertumbuhan berubah menjadi salah satu pesepak bola paling terkenal di dunia.Namun, semakin jauh perjalanan Messi, semakin kuat pula satu hal yang tidak pernah hilang: identitasnya sebagai orang Argentina.
“I would never change anything for the world. I am very proud to be Argentine,” ujar Lionel Messi
Bagi Messi, Argentina bukan sekadar negara yang tertulis di paspornya. Argentina adalah bagian dari perjalanan hidupnya.Ia hanya menghabiskan masa kecilnya di Rosario sebelum keluarganya mengambil keputusan besar untuk pindah ke Spanyol. Barcelona memberikan kesempatan yang tidak mungkin diperoleh keluarganya saat itu dengan mudah, termasuk membantu pembiayaan perawatan medis yang dibutuhkan Messi.
Keputusan tersebut kemudian mengubah seluruh hidupnya.Ketika bakat Messi mulai terlihat di akademi Barcelona, Spanyol memiliki alasan untuk berharap bahwa pemain muda tersebut suatu hari akan membela tim nasional mereka.
Namun Messi memiliki pilihan sendiri.Sejak masih muda, ia sudah menunjukkan keinginannya untuk bermain bagi Argentina. Federasi sepak bola Argentina kemudian bergerak cepat dan memberinya kesempatan memperkuat tim nasional kelompok usia muda
Pada 29 Juni 2004, Messi menjalani debut bersama Argentina U-20. Usianya baru 17 tahun.Pilihan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Ia bisa saja membangun identitas baru di Spanyol, negara tempat ia mengembangkan karier profesionalnya. Tetapi Messi memilih mempertahankan hubungan dengan negara tempat ia dilahirkan.
Setahun kemudian, kesempatan bersama tim senior datang.Pada 17 Agustus 2005, Messi menjalani debut senior Argentina dalam pertandingan persahabatan melawan Hungaria. Debut itu justru berlangsung singkat setelah ia mendapat kartu merah beberapa detik setelah masuk ke lapangan.
Awal yang buruk itu seolah menjadi pertanda bahwa perjalanan Messi bersama Argentina tidak akan selalu mudah.
Ketika Messi mulai menjadi pemain penting Argentina, tekanan yang mengikutinya jauh lebih besar dibanding pemain biasa.
Argentina memiliki sejarah panjang dalam sepak bola. Dan di negara tersebut, nomor 10 bukan sekadar angka.Nomor itu membawa bayang-bayang Diego Maradona.
Messi memiliki kaki kiri yang luar biasa, kemampuan menggiring bola yang sulit dihentikan, visi bermain yang istimewa dan kemampuan mencetak gol. Semua karakter tersebut membuat publik Argentina dengan cepat membandingkannya dengan Maradona.
Namun perbandingan itu juga menjadi beban.
Messi tidak hanya dituntut bermain bagus. Ia dituntut menjadi pemain yang mampu mengembalikan kejayaan Argentina.Bertahun-tahun ia menghadapi kritik, terutama ketika Argentina gagal memenangkan turnamen besar.
Kekalahan demi kekalahan membuat sebagian pendukung mempertanyakan kemampuannya ketika mengenakan seragam tim nasional.
Bahkan, setelah Argentina kalah di final Copa América Centenario 2016, Messi sempat mengumumkan keputusan untuk pensiun dari tim nasional.
Tetapi keputusan itu tidak berlangsung lama.Ia kembali.
Dan keputusan untuk kembali tersebut kemudian menjadi bagian penting dari cerita terbesar dalam karier internasionalnya.
Messi akhirnya mendapatkan apa yang selama bertahun-tahun diimpikannya bersama Argentina.
Ia memenangkan Copa América pada 2021.Setahun kemudian, ia membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Trofi tersebut menyelesaikan salah satu pertanyaan terbesar dalam perjalanan kariernya.
Selama bertahun-tahun, Messi dibandingkan dengan Maradona karena satu alasan utama: apakah ia mampu membawa Argentina menjadi juara dunia? Jawabannya akhirnya datang di Qatar.
Di sana, Messi tidak lagi hanya menjadi pemain hebat Argentina. Ia menjadi kapten yang mengangkat trofi Piala Dunia.
Perjalanan panjang yang dipenuhi kritik, kegagalan dan keraguan akhirnya berakhir dengan kemenangan.
Kisah Messi memiliki sisi yang jauh lebih luas daripada sepak bola.Ia adalah seorang anak yang meninggalkan kampung halaman demi mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Ia tumbuh di negara lain, membangun karier di Eropa dan menjadi ikon global.
Namun ia tidak pernah benar-benar memutus hubungan dengan Argentina.Itulah yang membuat kisah Messi begitu dekat dengan pengalaman jutaan perantau di seluruh dunia.
Pergi bukan berarti melupakan.Membangun kehidupan di tempat lain bukan berarti kehilangan identitas.
Dan menjadi bagian dari dunia yang lebih besar tidak selalu berarti harus meninggalkan tempat asal.
Messi pergi dari Rosario sebagai seorang anak.
Ia kembali dikenang sebagai legenda Argentina.
Di antara dua tempat tersebut terdapat perjalanan panjang: Barcelona, trofi, kekalahan, kritik, air mata, kemenangan dan akhirnya Piala Dunia.
Tetapi di balik semuanya, identitas itu tetap sama.
Seorang anak dari Rosario yang mengejar mimpi ke Eropa, menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, dan tetap memilih Argentina ketika dunia memberinya pilihan lain.
Messi mungkin meninggalkan tanah kelahirannya ketika masih kecil. Tetapi sepanjang kariernya, ia tidak pernah meninggalkan Argentina dari dalam dirinya.
(Hendro Arief)


