spot_img
Senin, Oktober 19, 2026
BerandaBUDAYAJurnalis Didorong Perkuat Dokumentasi Budaya Minahasa Lewat Karya Tulis

Jurnalis Didorong Perkuat Dokumentasi Budaya Minahasa Lewat Karya Tulis

- Pasang iklan di sini -spot_img

SULUTLIMA.COM, Tomohon — Peran jurnalis dalam mendokumentasikan dan melestarikan kebudayaan Minahasa menjadi perhatian dalam Workshop Menulis Budaya Situs, Ritus, dan Kanaraman yang berlangsung di Kedai Kelung, Kelurahan Matani, Kecamatan Tomohon Tengah, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini mendorong jurnalis menghasilkan karya tulis yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menggali nilai sejarah, tradisi, dan pengetahuan lokal yang diwariskan leluhur Minahasa.

Ketua panitia, Hendra Ronie Mokorowu, mengatakan penulisan dan pendokumentasian merupakan bagian penting dari upaya pemajuan kebudayaan. Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia, termasuk Minahasa, perlu didokumentasikan secara lebih luas agar dapat dikenal dan dipelajari oleh masyarakat lintas generasi.

“Salah satu bentuk pemajuan dan pelestarian kebudayaan adalah dengan menulis serta mendokumentasikan berbagai instrumen kebudayaan yang ada di tanah Minahasa,” ungkap Hendra.

Ia menjelaskan, workshop tersebut terlaksana melalui bantuan Kementerian Kebudayaan yang diajukan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Sulawesi Utara.

Hendra menilai jurnalis memiliki modal penting dalam pendokumentasian budaya karena terbiasa menggali informasi dan menyampaikannya kepada publik. Kemampuan tersebut, katanya, dapat dikembangkan melalui penulisan yang lebih mendalam, naratif, dan sastrawi untuk mengangkat cerita di balik berbagai warisan budaya.

Ia berharap peserta mampu menghasilkan tulisan yang memperluas pemahaman masyarakat tentang kekayaan kebudayaan Minahasa, termasuk nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Umum BPK Sulawesi Utara, Wenny Wuisan, S.S., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut sebagai bagian dari program bantuan pemerintah di bidang kebudayaan.

Menurut Wenny, keterlibatan jurnalis dapat memperluas publikasi kebudayaan daerah melalui media massa. Ia juga menyampaikan bahwa BPK Sulawesi Utara merencanakan penerbitan jurnal pada 2027 yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi tulisan mengenai kebudayaan daerah.

“Kami berharap tulisan-tulisan tentang budaya, baik yang panjang maupun singkat, dapat disampaikan kepada kami untuk menjadi bagian dari cerita dan dokumentasi mengenai daerah,” kata Wenny.

Ia berharap workshop tersebut memperkuat pengetahuan peserta dalam menulis budaya, menggali sejarah lokal, serta mengembangkan narasi jurnalistik yang menghidupkan cerita di balik situs, ritus, dan tradisi masyarakat Minahasa.

Workshop ini menghadirkan tiga pemateri dari kalangan budayawan, penulis, akademisi, dan praktisi jurnalistik, yakni Rikson Karundeng, S.Th., M.Th., Direktur Komunitas Penulis Mapatik, Pemimpin Redaksi Kelung.co.id, peneliti, budayawan, dan Wakil Ketua PWI Sulawesi Utara Bidang Pendidikan; Greenhill Weol, S.S., Direktur Mawale Cultural Center, budayawan, penulis, dan seniman; serta Sintya Nidya Bojoh, S.S., Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara.

(Hendro Arief)

- Pasang iklan di sini -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
BERITA TERKAIT
- Pasang iklan di sini -spot_img