SULUT5.COM, Minahasa — Penelitian Universitas Negeri Manado (UNIMA) menemukan adanya mikroplastik pada ikan yang hidup di Danau Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.Meski menemukan kontaminasi mikroplastik, peneliti menyebut ikan Danau Tondano masih aman dikonsumsi. Partikel mikroplastik dalam penelitian ditemukan pada bagian insang dan saluran pencernaan ikan, bukan pada daging yang umumnya dikonsumsi masyarakat.
Peneliti utama, Alva Supit dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat UNIMA, mengatakan temuan tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Temuan ini bukan untuk menakuti masyarakat, tetapi untuk mengingatkan kita semua agar lebih peduli pada lingkungan,” ujar Supit, Jumat (20/2).
Penelitian terhadap 11 sampel ikan menunjukkan seluruh spesies yang diperiksa mengandung mikroplastik pada bagian insang dan isi perut. Jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan berupa fragmen atau pecahan plastik kecil dan serat (fiber).
Dari tiga spesies yang diteliti, ikan mujair (Oreochromis mossambicus) tercatat memiliki jumlah mikroplastik paling banyak. Dua spesies lainnya yakni payangka baru (Oxyeleotris marmorata) dan payangka lama (Ophiocara poropechala).
Supit menegaskan, penelitian tersebut belum menemukan mikroplastik pada daging ikan. Namun, bagian daging yang biasa dikonsumsi masyarakat memang tidak menjadi bagian yang diperiksa dalam penelitian.
“Ikan dari Danau Tondano masih aman dikonsumsi, karena mikroplastik tidak ditemukan di dagingnya. Namun, jika kebiasaan membuang sampah ke danau terus berlangsung, maka bukan tidak mungkin di masa depan partikel plastik juga akan masuk ke bagian yang kita makan,” katanya.
Para peneliti menyebut aktivitas manusia di sekitar danau menjadi salah satu sumber mikroplastik. Pembuangan sampah plastik ke perairan hingga pembakaran sampah yang tidak terkendali dapat menghasilkan partikel plastik berukuran sangat kecil yang kemudian masuk ke ekosistem perairan.
Karena itu, masyarakat, nelayan dan pemerintah daerah didorong memperkuat pengelolaan sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta meningkatkan kampanye menjaga kebersihan Danau Tondano.
“Danau Tondano adalah jantung kehidupan Minahasa. Kita semua bergantung padanya, untuk air, ikan, dan pariwisata. Karena itu, langkah paling sederhana namun penting yang bisa dilakukan adalah berhenti membuang sampah ke danau,” ujar Supit.
Penelitian berjudul Identification of Microplastics in Three Fish Species in Tondano Lake, Minahasa, Indonesia tersebut dipublikasikan dalam jurnal Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences. Penelitian dilakukan Fernando Watung, Alva Supit dan Merry Gosal.
Temuan ini menjadi laporan awal mengenai keberadaan mikroplastik pada ikan Danau Tondano sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat upaya menjaga ekosistem danau.
*Hendro Arief


